Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Minardi.
KENDARI, SULTRA – Pemerintah terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui berbagai program strategis, salah satunya melalui inisiatif Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini dirancang untuk memperkuat sektor perikanan sekaligus memberdayakan nelayan secara menyeluruh.
Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil tangkapan, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung, akses permodalan, pengolahan hasil laut, hingga pemasaran berbasis teknologi. Dengan semangat “Merah Putih”, program ini menjadi simbol kemandirian dan gotong royong dalam membangun kampung nelayan yang lebih maju, produktif, dan berdaya saing.
Senator DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara, Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan, SE., MBA, dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa program tersebut mencakup pembangunan berbagai fasilitas modern untuk menunjang aktivitas nelayan.
“Program Kampung Nelayan Merah Putih mencakup pembangunan fasilitas modern, seperti dermaga standar perahu dan tempat pendaratan ikan, tempat pelelangan ikan, cold storage dan fasilitas pembekuan ikan, pabrik es serta stasiun pengisian bahan bakar nelayan, bengkel mesin dan perbaikan peralatan melaut, hingga kios nelayan dan sentra UMKM,” ujarnya.
Ia menambahkan, fasilitas tersebut dirancang agar nelayan dapat bekerja lebih aman dan memperoleh nilai tambah dari hasil tangkapan, dengan proyeksi produksi mencapai 2,15 juta ton per tahun.
Lebih lanjut, Rabia mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 1.000 hingga 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun 2026. Target ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di berbagai daerah.
Khusus di wilayah Sulawesi Tenggara, terdapat enam lokasi yang direncanakan menjadi titik pembangunan program tersebut, yakni Kabupaten Konawe, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Bombana, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Buton Selatan, serta Kabupaten Muna.
Rabia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat serta pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun kota, untuk bersama-sama mendukung implementasi program ini.
“Mari kita dukung bersama, agar kampung nelayan semakin kuat, mandiri, dan menjadi pilar penting dalam ketahanan pangan nasional,” tutup Senator perempuan asal Muna tersebut.
Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu mengoptimalkan potensi kelautan Indonesia serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan, khususnya di wilayah pesisir.**











