Proyek Rehabilitasi Irigasi D.I Muturi di Teluk Bintuni, Disorot: Kualitas dan Ketepatan Waktu Dipertanyakan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu.

TELUK BINTUNI, PB – Proyek rehabilitasi jaringan irigasi D.I Muturi di Kabupaten Teluk Bintuni, yang dikerjakan oleh CV TPK Anugrah Papua, menjadi sorotan publik akibat keterlambatan penyelesaian dan kualitas pekerjaan yang diragukan. Proyek ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024, namun hingga pertengahan 2025, pekerjaan belum sepenuhnya rampung.

Bacaan Lainnya

Menurut pekerja lapangan, hingga Senin (16/6/2025), masih terdapat sekitar 50 meter saluran irigasi yang belum diselesaikan, tepatnya dari titik awal proyek.

Selain masalah keterlambatan, kualitas hasil pekerjaan juga menuai kritik. Beberapa bagian saluran irigasi yang telah selesai dibangun ditemukan dalam kondisi rusak, padahal proyek ini seharusnya telah tuntas pada tahun 2024 dengan standar mutu yang baik.

Warga setempat mulai mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran dan pengawasan dari instansi terkait. Salah seorang tokoh masyarakat yang tidak ingin disebut namanya.

“Kami berharap Dinas PUPR Provinsi Papua Barat dan kontraktor segera memperbaiki kerusakan dan menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Proyek ini penting untuk mendukung pertanian di Muturi,” katanya.

Proyek rehabilitasi irigasi ini diharapkan dapat meningkatkan pasokan air untuk pertanian di wilayah Muturi dan sekitarnya. Namun, dengan adanya keterlambatan dan kerusakan, masyarakat mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan agar program ini benar-benar memberikan manfaat optimal.**

Pos terkait