Mengawasi Aparatur Negara dan Informasi Publik

Investigasi Patahan di Km 36: Kualitas Jalan Trans Papua Wondama-Manokwari-Kaimana-Nabire Dipertanyakan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu.

TELUK WONDAMA, PB – Patahan serius yang terjadi di Kilometer 36 ruas jalan Trans Papua yang menghubungkan Wondama, Manokwari, Kaimana, hingga Nabire menimbulkan kekhawatiran masyarakat pengguna jalan dan mendorong dilakukannya investigasi menyeluruh oleh Aparat Penegak Hukum (APH).

Kejadian ini dilaporkan oleh masyarakat yang selalu melintasi jalur tersebut pada pertengahan bulan februari 2025. Mereka balik dari Nabire, permukaan jalan mengalami retakan dan panjang patahan kurang lebih 5 meter serta lebar kurang lebih 2 meter, sehingga sangat membahayakan kendaraan yang melintas, terutama pada musim penghujan bakal terjadi longsor pada patahan tersebut.

Masyarakat pengguna jalan menjelaskan bahwa “kerusakan ini disebabkan oleh faktor alam seperti pergerakan tanah atau rendahnya kualitas material dan pelaksanaan proyek jalan,” Kamis (01/05/2025).

Ruas jalan Trans Papua ini merupakan jalur vital yang menghubungkan wilayah pesisir hingga pedalaman Papua Barat (PB) dan Papua Tengah (PT). Keberadaannya menjadi tulang punggung distribusi logistik, mobilitas masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Sejumlah masyarakat pengguna jalan meminta BPK segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek-proyek jalan di kawasan ini.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi soal keselamatan nyawa warga Papua,” tegas pengguna jalan.

“Pihak kontraktor pelaksana pembangunan ruas jalan trans Papua segera dipanggil untuk memberikan keterangan dan data pelaksanaan proyek,” pinta pengguna jalan.

Sementara itu, di kilometer 39 terdapat kerusakan jalan, namun aspalnya sudah dikupas cuman belum di aspal.**