Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
JAKARTA – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan) menggelar rapat pembahasan Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Industrial Collaboration and Transfer of Technology bersama perusahaan pertahanan global Leonardo. Rapat berlangsung pada Jumat, 23 Mei 2025, di Ruang Rapat Direktorat Teknologi dan Industri Pertahanan (Dit Tekindhan), Ditjen Potensi Pertahanan (Pothan) Kemhan.
Rapat dipimpin langsung oleh Direktur Teknologi dan Industri Pertahanan, Marsma TNI Dedy Laksmono, S.E., S.T., M.M., dan dihadiri oleh jajaran terkait, antara lain Kasubdit Tekindhan, perwakilan Inspektorat Jenderal Kemhan, Biro Hukum Sekretariat Jenderal Kemhan, staf bidang kerja sama dari Tim Pelaksana Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), serta perwakilan dari Leonardo Indonesia.
Agenda rapat membahas secara rinci draf MoU yang mencakup kerja sama industri pertahanan strategis dan alih teknologi, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan daya saing industri pertahanan nasional.
Dirtekindhan Kemhan menekankan pentingnya pembahasan yang komprehensif dalam menyusun perjanjian kerja sama tersebut agar selaras dengan kepentingan nasional dan sejalan dengan kebijakan pembangunan industri pertahanan dalam negeri.
“Kerja sama ini diharapkan tidak hanya bersifat komersial, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui alih teknologi dan peningkatan kapasitas industri pertahanan nasional,” ujar Marsma TNI Dedy Laksmono dalam rapat.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Rapat ini menjadi bagian dari tahapan penting dalam memperkuat kemitraan strategis antara Kemhan dan Leonardo, yang ke depan diharapkan dapat mendukung kedaulatan pertahanan dan kemandirian teknologi Indonesia di sektor pertahanan.**











