Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu.
SORONG, PBD – Bupati Tambrauw, Yeskiel Yesnath, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan secara nasional tidak akan mengurangi komitmen Pemerintah Kabupaten Tambrauw dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Yesnath saat ditemui awak media di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (5/3/2026). Ia menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran merupakan bagian dari penyesuaian fiskal yang berlaku secara nasional bagi seluruh daerah di Indonesia.
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir hampir seluruh daerah di Indonesia, baik pemerintah provinsi, kabupaten/kota hingga kementerian di tingkat pusat, menghadapi kebijakan penyesuaian dan pemangkasan anggaran. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung sejumlah program strategis nasional, seperti program Makan Bergizi Gratis serta penguatan sektor koperasi dan ekonomi masyarakat.
Meski demikian, Yesnath menegaskan bahwa kebijakan efisiensi tidak boleh berdampak pada penurunan kualitas pelayanan publik.
“Kita semua mengalami efisiensi anggaran. Tetapi hal itu tidak boleh mengurangi pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat, terutama pada sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” ujar Yesnath.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tambrauw tetap memprioritaskan sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP).
Menurutnya, pembangunan di wilayah Tambrauw masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada sektor infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan yang hingga kini belum sepenuhnya membaik jika dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Papua Barat Daya.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong pembangunan dan memanfaatkan potensi daerah.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan kementerian teknis untuk mengembangkan potensi daerah, seperti sektor perikanan, kelautan, dan pertanian,” jelasnya.
Di sektor pertanian, Pemkab Tambrauw saat ini tengah mengupayakan pencetakan sawah baru di Distrik Yembun sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Saat ini telah tersedia sekitar 8 hingga 9 hektare lahan sawah yang akan terus dikembangkan sesuai dengan kemampuan daerah dan ketersediaan anggaran.
“Kita targetkan penambahan luas sawah sesuai kemampuan daerah dan ketersediaan anggaran untuk mendukung ketahanan pangan,” katanya.
Selain pengembangan sawah, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan sejumlah komoditas unggulan daerah. Salah satunya adalah kelapa dalam yang banyak ditemukan di wilayah pesisir Tambrauw.
Selain itu, tanaman nilam juga menjadi komoditas yang terus dikembangkan karena telah dibudidayakan hampir di seluruh distrik di wilayah tersebut.
“Nilam menjadi salah satu sektor unggulan. Mulai dari budidaya hingga pemasaran akan terus kita dorong dan dukung,” tambahnya.
Di sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Tambrauw juga tengah mengembangkan konsep pariwisata berbasis ekowisata dengan memanfaatkan potensi alam yang dimiliki daerah tersebut.
Yesnath menyebutkan bahwa adanya penerbangan internasional menuju Kota Sorong turut membuka peluang meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah Tambrauw.
“Kita kedatangan sekitar 100 wisatawan asal Australia dan saat ini masih berada di Kabupaten Tambrauw,” ungkapnya.
Beberapa destinasi wisata yang akan dikembangkan antara lain kawasan Penyu Belimbing, Pulau Dua, serta wilayah pesisir utara yang memiliki potensi wisata bahari dan perkebunan kelapa.
Untuk mendukung pengembangan pariwisata tersebut, pemerintah daerah juga melakukan pendekatan kepada masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat agar dapat berkolaborasi dalam pengelolaan kawasan wisata.
“Kita melakukan advokasi kepada masyarakat pemilik hak ulayat agar bisa berkolaborasi dengan pemerintah. Kita juga menyiapkan sarana pendukung seperti air bersih, sanitasi, dan homestay, serta membina masyarakat adat menjadi pemandu wisata lokal,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat adat tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, sekaligus menjaga kelestarian alam dan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Tambrauw.**








